Hallo sobat EXpoOtomotif.COM,
Apa itu EV ? EV adalah singkatan dari electric vehicle (kendaraan listrik ). Apa itu EV? EV adalah mobil dengan motor listrik yang ditenagai oleh baterai, bukan mesin pembakaran yang menggunakan bensin. Salah satu alasan EV semakin populer adalah karena peningkatan teknologi baterai yang lebih baru.
Hari ini aku mau share EV yang menarik perhatianku sebelum electric vehicle (EV) Jaecoo J5 ini mulai bersliweran dijalan jalan, aku sempat berpapasan saat test uji coba dan bertemu di Cilangkap Jakarta Timur beberapa minggu sebelum dilaunching.
Yuk kita dengerin ulasan dari Mas Fitra.
Pertama karena bentuknya yang keren banget, kompact tapi bentuknya itu gagah
dan berkarakter. Dari mulai depan samping sampai belakang itu mengalir semua desainnya dan ada ke Range Rover
Range Roverannya ya. Karena memang chief desainer dan engineer dari Jau ini ya
memang dari Jaguar Land Rover. Dan ini adalah mobil listrik pertama dari Jacku
yang dijual di Indonesia dan mereka menyebutnya sebagai The Real Electric SUV dengan DNA Adventure. Makanya kali
ini saya akan pertama kalinya membawa mobil ini untuk menceritakan ke Anda bagaimana rasanya di jalan, apa saja
kelebihannya, apa saja kelemahannya. Dan kita akan bawa mobil ini ke tempat
orang Jakarta itu suka breakfast atau ee
healing. Kalau misalnya ee di eh weekend gitu ya. Di weekend dulu orang Jakarta
sering ke puncak tapi sekarang ada alternatif juga ke pegunungan tapi enggak semacet puncak dan pemandangannya
tetap bagus tapi memang membutuhkan mobil seperti ini. Kita langsung jalan
ke satu tempat yang saya dan istri saya juga suka ee breakfast di situ. Ini recommended tempatnya sambil kita
rasakan Jak J5 ini. Wah, interiornya juga keren. Tapi nanti
saya akan berhenti di rest area buat ee menjelaskan lebih detail tentang mobil ini. Sekarang kita jalan dulu mumpung
belum macet. [Musik]
[Tepuk tangan] [Musik]
[Tepuk tangan] Jadi sekarang kita akan jalan ke daerah
Bukit Sentul. Itu ada satu tempat yang eh favorit saya sama istri saya kalau misalnya weekend kita cari sarapan. Nah,
tapi sambil jalan ke sana saya ceritain dulu tentang mobilnya. Ini Jau J5 ini.
Ini belum dirilis. baru dirilis itu di bulan November, sedangkan saya syutingnya di bulan Oktober.
Dan artinya harga pastinya juga belum keluar, tapi harga pre-ordernya itu kan
dibilang Rp450-an juta ya. Nanti bisa lebih sedikit atau lebih kurang ee lebih
rendah ee sedikit tapi okelah kita anggap aja di R00-an juta. Dan ini
speknya cukup menjanjikan. Dia baterainya 60,9
kWh kapasitasnya. Pada saat tadi berangkat itu 100% ditulis range-nya itu ada 488 km. Tapi
hasil pengetesan tim Jau di Indonesia, mereka ngetes sendiri dengan pengendara
pengendaraan normal ya, masih pakai AC juga itu bisa mencapai 534
km. Jadi jauh sekali. Nanti kita lihat juga ke depan kita pakai berapa persen dan ee berapa jaraknya kira-kira makes
sense enggak dapat angka 500-an km karena baterainya enggak terlalu gede. Kemudian tenaganya besar ini mobil motor
listriknya memberi tenaga 208 HP dan torsi 288
Nm sehingga 0 sampai 100 km/h diklaim tuntas dalam 7,3 detik. Dan biasanya
kalau saya ngetes jau itu klaimnya itu enggak pernah lebih cepat dari aktualnya. Jadi aktualnya itu enggak
pernah lebih lambat dari klaimnya. Palalah kadang-kadang seringan aktualnya itu lebih cepat. Tapi 07,3 detik kencang
gitu untuk ukuran SUV entry level-nya
Jak ya. Kemudian mobil ini bukan hanya bentuknya yang terlihat modern tapi sistem suspensinya juga
modern. Di depan itu menggunakan MCerson Strat, sedangkan di belakang menggunakan multilink. Nah, Multilink ini
konstruksinya lebih rumit dan ini suspensi yang lebih mahal, tapi memang memberikan karakter bantingan yang
nyaman, dewasa, serta dia bisa
mestinya meredam getaran di jalan halus maupun jalan rusak dengan baik. ini seperti suspensi yang banyak digunakan
di kendaraan premium Eropa. So far sih rasanya enak sekali ini di jalan tol dan
pengendaliannya juga enak, terasa mantap gitu mobilnya dan bantingannya tuh dewasa. Tapi nanti kita pas ke
Bukit Sentul ke tempat makan kita itu akan lewat jalan yang cukup rusak. Jadi
kita bisa nyoba juga. Nah, kalau bicara jalan yang cukup rusak ini juga mobil
itu punya DNA adventure menurut Jaeku ya. Kelihatan sih dari bentuknya, tapi
speknya juga mendukung. Ground clearance-nya 200 mm. Jadi dia cukup tinggi walaupun ada baterai di bawah.
Tapi karena mobil ini dirancang dari awal dari nol sebagai mobil listrik, jadi baterainya itu tidak mengurangi
ground clearance. Ground clearance-nya tetap tinggi 200 mm. Kemudian approach angle-nya, sudut datangnya itu mencapai
20 derajat. Sedangkan sudut perginya atau diparture angle-nya di yang di belakang itu hampir 30 derajat, 29,8
derajat. Jadi mobil ini enggak takut kita mau ke
mana-mana ke berbagai medan. Tadi juga keluar dari rumah saya sempat ngerasain
sedikit setirnya. Setirnya tuh bisa enteng, bisa berat. Saya pilih yang enteng dan entengnya tuh enak. Enten
tapi masih ada rasanya dan ketika kita pakai putar balik radius putarnya itu
kecil. Nah, tapi ini saya masih masih awal lah nyobain mobil ini. Jadi saya
harus jalan lebih ee jauh lagi untuk nantinya bisa memberitahukan ke Anda apa
yang saya rasakan tentang mobil ini termasuk plus minusnya. Sekarang kita jalan dulu dan nanti saya akan berhenti
juga di eh rice area untuk eh menjelaskan lebih detail ke
Anda lagi tentang mobil ini. [Musik]
[Tepuk tangan] [Musik] W
[Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]
Oke, kita istirahat dulu sambil saya akan jelaskan sedikit
tentang mobil ini. Lihat ini bentuknya tuh kompact gitu, jadi enak buat dibawa
sendiri. Ini yang saya bilang ke Range Rover Range Roveran seperti mini Evox gitu ya. Lampunya juga pipih dan dia
sudah full LED dari lampu depan sampai lampu belakang. Ini kita lihat lampu depannya. Keren banget lampunya tuh
dibikinnya. Dan ini tuh nyambung ya semuanya ini dengan dimensi lebar yang sama. Dan ini detail lampunya itu
terkesan mahal. Kemudian dia juga ya karena dia elektrik, dia enggak perlu
grill besar. Jadi grillnya tertutup. Tapi di bawah ini masih ada terbuka itu untuk pendinginan e baterai dan motor
listriknya. Dan dia pakai active grill shutter. Jadi kalau misalnya enggak dibutuhkan, dia bisa menutup untuk
menambah ee profil aerodinamika mobil ini. Velegnya ini juga udah 18 inci.
Jadi walaupun mobilnya enggak terlalu gede, tapi velegnya gede. Jadi nambah kesan gagah. Terus bagasinya
ini sangat-sangat memadai. Dalam kondisi bangku tegak aja nih. Sori ada sejumlah
ee peralatan di sini. Dalam bangku tegak aja ini bisa 480 L. Kalau dilipat
bangkunya bisa sampai 1284 L. Dan dia selain portable charger
dia ada eh ini untuk V2L vehicle to load karena
mobil ini bisa mengeluarkan listrik dari baterainya sampai 3.300
watt. Nah, jadi dia kapasitas penyimpanannya besar tapi itu belum selesai.
Karena di depan sini, wih asik ya. Bukanya udah udah
selayaknya mobil premium. Di sini ada front trang. Front rang-nya
ini 35 L ya buat barang-barang kecil. Kalau saya mungkin charger portable sih taruh sini aja
enggak sering dipakai. Jadi bagasi bisa kosong lebih lega. Dan ini walaupun dia
tanpa tutup tapi dia ada karetnya ini sehingga dia rapat ke
atas ini dan dia tahan mau mobil dicuci pakai steam juga dia tidak akan kena air
front trang-nya ini. Dan yang lainnya ya kita cuma bisa akses buat air wiper,
minyak rem dan ini akinya ya. Aki 12 volt.
Nah, sekarang kita coba duduk belakangnya yuk. Duduk belakangnya lumayan. Ini posisi berkendara saya. Saya tingginya 177 cm
dan ini light room-nya masih lega. Kemudian duduknya juga cukup tersangga
paha dengan baik dan headro masih lega. Walaupun di atas ini ada panoramic roof
yang sangat besar dari depan sampai ke belakang. Armr-nya juga proper tingginya
sama dengan armr yang ada di kanan. serta dia memiliki material yang tidak
terlihat murah sama sekali. Joknya juga bahannya kulit dan dia juga perforated
serta kursi belakang ini sudah isofix dan ada tiga buah headr untuk orang dewasa sehingga orang dewasa ini bisa
tiga orang di sini dan karena dia mobil listrik tidak ada shaft ke belakang juga tidak ada apa-apa dia benar-benar hampir
rata lantainya ada sedikit tonjolan tapi enggak banyak dan di sini ada ventilasi yang kelihatannya ini satu ventilasi AC
tapi sebenarnya dia bisa diplit kanan dan kiri arahnya ah di bagian depannya ini dia minimalis
ya. Jadi ini instrumennya menyatu dengan dashboard. Keren sekali. Dan dia ini 8
inci dan dia ada eh layar infotainment 13 kom 2 inci. Dan ee untuk setirnya dia
bisa diatur tilt serta teleskopik. Dan bangku depan ini sudah elektrik
sehingga penyetelannya mudah, lebih presisi dan ini posisi berkendaranya sangat ergonomis untuk ukuran SUV.
Seolah-olah kita tinggi. Sebenarnya kita enggak tinggi banget duduknya, tapi karena dashboard-nya rendah, jadi visibilitas itu enak. Serta ini kulitnya
juga menurut Jaeku sudah scratch resistance. Jadi kalau misalnya dipakai bareng keluarga anak kecil mungkin
nginjak-nginjak sini dia lebih durable, lebih tahan lama materialnya. Dan di
sini juga material-material empuk. Di sini juga material empuk. Kalau yang belakang enggak empuk ya, tapi yang di
depan itu empuk. Sampai sini ada ambiience light-nya juga kita bisa pilih. Ada banyak warna yang bisa
dipilih untuk eh ambiance light-nya. Setirnya dua spoke aja sebenarnya.
empat lah. Ada ada splitternya dikit tapi lebih terkesan seperti dua spok jadi ada kesan eh futuristis. Di sini
juga ada tempat penyimpanan. Di bawah juga ada tempat penyimpanan. Dan dia
memiliki wireless charging yang cukup cepat maksimum 50 watt, termasuk ventilasi untuk mengisap panas dari
gadget Anda. Di sini lacinya udah soft opening, enggak terlalu besar, e agak
kecil. Tapi ini lihat panel ini nih bikin mobil kelihatan mahal gitu.
Dan ini seolah-olah senada dengan tulisan Ja di depan di grill yang itu di
balik kaca. Jadi ada kesan premiumnya itu kuat sekali mobil ini. Dan ingat
harganya enggak sampai Rp500 juta loh ini mobil. Kemudian di bagian depan ini kacanya
juga sudah double glass. Jadi akan mengurangi kebisingan cukup signifikan.
Serta satu yang saya sukai ini headr-nya eh apa eh seat belt-nya bisa diatur ketinggiannya.
Oke, sekarang kita lanjutkan perjalanan dan kita akan mulai menanjak serta melewati jalan yang tidak rata dengan
mobil ini ke tempat kita. [Musik]
[Tepuk tangan] [Musik]
Oke, sekarang kita keluar Bukit Sentul karena tempat makan kita nanti memang
lewat Bukit Sentul dan sebentar lagi ini akan nanjak terjal. Jadi kita akan lihat
dulu konsumsi e energinya dari Jakarta sampai Bukit Sentul itu kan relatif rata
ya walaupun ya memang agak nanjak ya karena Bogor itu ketinggiannya lebih tinggi dari Jakarta. Nah, tapi ini kita
sudah ee memakai baterai 10% jarak yang ditempuh itu 52 km. Jadi secara teoritis
kalau 100% memang bisa di atas 500 km. Artinya konsumsi listriknya itu sekitar
8,5 km/ kWh kalau kita bawanya santai-santai ya. Dan itu hemat sekali
untuk ukuran sebuah SUV elektrik yang artinya per kilometer kita enggak sampai
Rp200 kalau kita nge-charge-nya di ee rumah. Nah, sekarang
kita akan memboroskan listrik karena setelah ini nanjaknya lumayan terjal dan
jalannya enggak rata. Jadi pas buat e nyoba mobil ini yang memang
dia dibuat untuk adventure.
[Musik]
[Tepuk tangan] [Musik]
[Tepuk tangan] Nah, kita mulai masuk jalan
rusak. Ini suspensinya benar-benar kayak SUV premium ya. Dia tuh enggak enggak
yang keempukan sampai serasa lemah gitu ya. Tapi juga enggak keras yang
membanting tulang. Ini pas lah. Bahkan kalau di jalan rusak seperti ini karena dia pakai multilink masih terasa cukup
lembut. Jalannya emang sempit nih. Bukit Sentul ke arah atas nih. Makanya kalau bawa SUV
yang lebar kadang-kadang kalau weekend kita papasan gitu ya agak sempit. Tapi
kalau ini kan enggak terlalu lebar nih. Jadi enak. Setirnya juga enteng. Dia bisa diatur dua tingkat ee beratnya.
Setirnya saya pilih yang paling enteng dan dia radius putarnya itu kecil. Jadi, manuver di jalan-jalan kecil seperti ini
atau U-turn tuh enggak masalah sama sekali. Tanjakan mulai terjal,
tapi ya elektrik, effortless semuanya. Karena
seperti kita udah tahu, motor listrik itu punya torsi maksimal itu justru di
0 rpm. Itu itu yang paling kuat gitu. Jadi di putaran bawah tuh justru terkuatnya benar-benar bikin nanjak itu
serasa rata aja, enggak ada berat-beratnya sama sekali.
Si kontras ya. Tadi kita lewat jalan besar
Bukit Sentul itu perumahan-perumahan modern gitu ya. begitu masuk ke
pedesaannya ini langsung berbeda. Auranya nih benar-benar
seperti e pedesaan ya. Jadi bikin lebih seru gitu petualangannya. Padahal kita
cuma mau cari makan dan enggak jauh dari Jakarta dan jauh lebih cepat dibandingin kita ke Puncak.
Nah, itu ada peringatan. Jadi dia kalau ada bahaya dia yang memberi peringatan dan langsung keluar kamera 540
derajatnya. Jadi dia 360 derajat di bagian bawah mobil. Kita bisa
ngelihat apa yang ada di kolong mobil bikin kita bisa aware sama situasi sekitar, terutama di jalan-jalan sempit
seperti ini. JQU itu kan memang dia sub brand-nya dari Cherry yang dia khusus
membuat SUV untuk adventure dan dia kelasnya itu lebih premium.
Dan kalau kita lihat sebenarnya lineup-nya Jaeku tuh lumayan lengkap loh. Ada Jaek J7, ada Jaek J8. Ini yang
paling kecil J5. J-nya ke mana? Ada J6-nya cuman dijual di Indonesia sebagai
cherry. Karena pada saat J6 itu muncul, brand JQ itu belum di launching di
Indonesia. Tapi dia namanya J6. Jadi sebenarnya JQ itu ada J5, J6, J7, J8. Nah, J7 J
memak ee hybrid. Hybridnya hebat sekali. Ee
bahkan yang pelakin hybridnya itu bisa dengan mudahnya di atas 1300 km jalan.
Sedangkan J6 itu full elektrik, all wheel drive. Dan J
atau J5 dia full electric two wheel drive tapi dengan tenaga yang besar
dengan kabin yang ee masih lega namun bodinya kompact sehingga itu yang paling
enak di ini yang paling enak buat di setir sendiri. Ini ni sekarang kita jam
1015. Tapi kalau saya sama istri saya kalau ke
sini cari sarapan itu hari Sabtu atau hari Minggu tuh biasanya habis subuh tuh habis subuh kira-kira jam an kita udah
ee jalan ke sini. Jadi masih udara pagi. Kalau sekarang
iya lebih dingin dari Jakarta tapi enggak dingin-dingin amat. Nah, makin terjal
lagi. Uh, wah, ini kalau mobil biasa sih struggle
nih di sini. Tapi ini gampang saja. Nah, ini kita masuk ke jalan yang lebih
rusak lagi. Kita udah mau sampai.
N ini tempat namanya Mandapa Kirana dan dia tuh enggak di pinggir jalan ya, dia
tuh agak ke dalam gitu. Jadi kita harus ngelewatin jalan-jalan yang seperti ini.
Nah, kalau kita ragu-ragu, kita bisa nyalain around view monitornya di sini. Selama kita di bawah 30 km/h, kita bisa
ngeluarin kamera 540 derajatnya. Kayak gini tampilannya nih. Tuh.
Kan enak kan kita bisa ada cheatingnya gitu, bisa ngelihat nginjak apa kita.
Waduh, tuh pemandangannya tuh bukit-bukit, lembah. Pas banget emang nih pakai J5 ini ke sini nih.
Habis turunan curam, tanjakan terjal.
[Musik]
[Musik]
[Tepuk tangan] [Musik]
[Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]
restorannya sudah buka? Udah jam 09.00 buka. Oh iya. Oke. Ini ada kartunya minimum konsumsinya Rp50.000. Bapak berapa orang Bapak?
Oke. Tiga orang. Satu sini dua belakang. Nah ini karena pemandangannya bagus mungkin takut orang cuma datang ke sini
cuman duduk-duduk ee mau menikmati pemandangan enggak pesan. Jadi kita ada minimum chart satu orang itu Rp50.000.
Tapi ya kalau niat makan benar sih pasti lebih satu orang pasti lebih dari Rp50.000.
Nah, di sini juga ada resort buat nginep-nginepnya. Saya belum pernah nginep sini sih.
Jika mobil dia enggak perlu kita kunci apa-apa.
Tinggalin aja. Begitu kita menjauh, kita bawa kunci, dia ngunci sendiri.
Biasanya penuh nih kalau lagi weekend nih. Makanya enakan week days ke sini. Situ aja yang pemandangannya bagus
si Faiz ya. Ah, restoran kayak gini tuh kita pesan tuh mestinya makanan Indonesia gitu ya.
Dia malah pesan ayam garlic sok ke Eropa-Eropaan. Gak tahu mesan apa.
Bang Reevi juga. Reffi juga nih yang pegang kamera nih. Pesannya apa? Chicken breast.
Chicken breast. Enak banget ya pemandangannya. Lihat deh
di bawah sini tuh langsung sawah itu perbukitan.
Cuman hati-hati kalau bawa anak-anak enggak ada pengamannya. Lumayan langsung ya. Enggak jauh-jauh amat sih. 10 m sih
ada tapi. Apalagi kalau pagi ini sih sudah enggak terlalu dingin. Kalau pagi tuh sejuk gitu di sini tuh ada air terjunnya di situ. Tahu deh kameranya
Revi bisa zoomin apa enggak tuh. Wah jauh jauh. Makanya pakai pakai drone. Pakai drone. Pakai drone.
Pakai drone. Emang bawa drone? Bawa dong. Ya udah, sambil nunggu makanannya kita ngedrone di sekitar sini buat
ngelihat suasananya.
[Musik]
Keren kan air terjunnya? Mantap.
Wuduh. Uh, ramainya. Hambilnya ada dua lagi. Enak yang mana ya?
Hm, dua-duanya enak. Yang merah tadi udah nyobain.
Hmm. Hmm. Indonesia sekali.
Mantap.
[Musik]
[Tepuk tangan] Suasananya bikin
mood naik perut kenyang. Pemandangan bagus. Sekarang kita lanjutkan perjalanan.
Sekalian saya akan sampaikan ke Anda bagaimana ee rasanya,
apa saja yang saya suka dan apa saja yang saya kurang begitu suka dari mobil
ini. Ini sebenarnya di kuncinya itu ada start stop seperti ini. Jadi,
kita bisa nyalain mobil ini dari jauh supaya AC-nya tuh nyala dulu. Jadi,
kalau misalnya panas kayak gini tuh bisa dingin dulu gitu AC-nya. cuman lupa. Ya Ah
[Musik]
[Tepuk tangan] [Musik]
[Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]
Nah, sekarang kita udah sampai pintu keluar masuk ke jalanan turunan sebentar
lagi. Nah, kalau jalanan turunan kayak gini saya pakai energy recovery
level-nya yang high biar selama turunan itu saya enggak perlu terlalu banyak injak rem dan dapat
tenaga. dari regenerative breaking-nya. Nah, sekarang kita akan mulai masuk fase
paling menyenangkan memakai mobil listrik ke pegunungan. Oke, pada saat
kita nanjak, kita pasti boros dong karena kita nanjak ya. Samalah mobil bensin, mobil hybrid juga seperti itu.
Kalau nanjak pasti lebih boros. Nah, tapi ketika kita turun ini kita
seakan mendapatkan energi gratis. Karena ee untuk
memperlambat mobil itu energinya diubah jadi energi listrik sehingga nanti sampai bawah malah level baterai itu
bertambah dan sekaligus menghemat pengereman. Kalau kita pakai mobil bensin kan pasun ya udah mungkin lebih
hemat aja enggak keluar bensin banyak paling hanya untuk nyalain mesin aja. Tapi kalau ini justru dapat energi lagi
untuk memperpanjang jarak tempuhnya. Jadi kayak energi yang kita habisin buat tanjak tuh kayak dikembaliin lagi gitu
pas turun. Nah, dia ada tiga tingkat regeneratif. Ada yang normal, ada yang
high, ada yang low. Kalau yang kayak gini pakai yang high biar optimal regenerative breaking-nya.
Oke, sambil jalan, sambil kita mengumpulkan listrik-listrik itu,
sekalian saya saya sudah merasakan mobil ini. Jadi, saya akan sampaikan yang saya
rasakan ini mobil memang rasanya itu SUV sekali. Dari mulai bentuk luarnya,
posisi duduknya yang eh sebenarnya enggak tinggi ya, tapi karena dashboardnya rendah, jadi visibilitas luasnya jadi eh serasa tinggi. Kemudian
ground clearance-nya 200 mm. Ini mobil emang cocok sekali. buat dibawa sendiri
dan juga sangat cocok untuk adventure. Apalagi bentuknya sudah mendukung,
tenaganya juga besar. Suspensinya ini enak baik di jalan halus maupun di jalan
rusak. Yang namanya suspensi multilink ya. Ee suspensi yang itu suspensi
berteknologi lebih mahal itu dibandingkan suspensi-suspensi ee normal
gitu atau bahkan dibandingkan rigid exel gitu. ini membuat pengendaliannya itu
bagus, stabil, bantingannya itu dewasa,
baik di jalan halus maupun di jalan rusak. Bahkan di jalan rusak tuh terasa masih terasa enak ini mobil enggak ada
ajrut-ajrutannya sama sekali tuh enggak ada. semuanya teredam dengan baik. Dan
karena dia listrik yang enggak ada suara, enggak ada getaran, tenaganya
instan, dibawa nanjak pelan-pelan gitu ya, halus dan effortless. Ketika diajak akselerasi
juga sangat kuat dengan 208 HP. Ini mobil sangat menyenangkan buat
di bawa sendiri. Dan di antara SUV SUV elektrik lainnya
di rentang harga yang sama ya di 400 sampai 500 memang ini yang
dari bentuk luarnya saja sudah sudah kelihatan bahwa ini mobil untuk berpetualang gitu bentuknya tuh Maco
tapi modern. Sekarang kita nikmati pengumpulan listrik-listrik ini sambil
kita melaju ke jalan tol.
[Musik]
Nah, ngomong-ngomong kecelakaan, mobil ini sebenarnya sangat aman karena
dia sudah dilengkapi oleh 17 fungsi ADAS fitur radar Advance Driver Assistant
System termasuk cruise control dan landeping assist Dan kalau misalnya
nanti kita suruh megang setir itu benar-benar cuman digoyangin sedikit aja. Dia udah ee bisa mati lagi
peringatannya. Dan ini dari tadi saya coba halus dia akselerasinya, deselerasinya halus, setirnya juga
halus, serta dia bisa sampai macet-macetan. Jadi dia bisa sampai berhenti kemudian jalan lagi dan dia
juga bisa emergency breaking. Kalau misalnya seperti tadi tuh kalau ada galon air mineral jatuh
kemudian misalnya mobil di depan ngerem mendadak Anda enggak sempat ngerem, dia akan bisa melakukan pengereman untuk Anda untuk meminimalkan dampak dari
tabrakannya. Serta mobil ini juga memiliki en buah airbag. Jadi sistem
keselamatannya lengkap dan dibawa di kecepatan 100 km/h gitu ya. Mantap
sekali ini mobil. Overall tadinya saya agak underestimate karena dia ukurannya
kompact gitu ya. Harga juga enggak nyampai Rp500 juta. Tapi ternyata ini
rasanya memang seperti mobil premium. Jau selalu terasa seperti merek premium
yang harganya miliaran. Dan yang menyenangkan lagi seperti saya tadi bilang, pemakaian
energinya tuh hemat tidak sampai 200 km per km membuat dia ee jauh lebih hemat
dibandingkan memakai SUV yang sekelasnya yang bermesin bensin
atau bahkan hybrid sekalipun. Dan dia juga sudah support fast charging.
Sehingga kalau misalnya kita mendapatkan DC fast charging,
dia bisa dicharge 30 sampai 80% hanya dalam waktu tidak sampai 30 menit. Kalau
enggak salah eh Jau mengklaim hanya 28 menit untuk menambah 50% itu dari 30 ke
80%. Artinya dalam waktu tidak sampai setengah jam kita bisa menambah jarak
hingga 250 km lebih. Jarak tempuhnya yang jauh
dengan baterai yang tidak seberapa besar juga bikin mobil ini enggak ada range anxiety gitu. Karena 400 sampai 500 km
itu sudah lebih dari cukup. Bahkan untuk luar kota juga sudah cukup layak. Dan
untungnya karena baterainya juga enggak terlalu besar, dia tetap terasa tidak berat. Mobilnya terasa
lincah, limbungnya minimal sekali ya. Dan juga baterai yang tidak terlalu besar itu
juga diletakkan ke bawah. Jadi pengendaliannya enak sekali ini mobil. Nah, oke. Tapi sekarang sesuai
janji saya, saya akan sebutkan ke Anda sejumlah hal yang saya kurang suka dan
yang saya suka dari mobil ini. Yang pertama adalah mobil ini sudah pakai adaptive cruise control. Jadi, enak
sekali ketika di jalan seperti ini. Eh, tapi ketika cruise controlnya
diaktifkan, ketika kita mau menyetel kecepatan itu tidak ada di instrumen.
Informasi tentang kecepatannya cruise control itu ada di layar infotainment. Jadi
kita enggak enggak enggak enggak tinggal ngelihat ke instrumen gitu. Kita harus melihat ke kiri dulu untuk melihat kita
nge-set ee kecepatannya berapa. Ya, hal kecil sih, tapi biasanya kalau cruise control itu ditempatkannya di instrumen.
Kemudian hal berikutnya yang saya agak kurang suka dari mobil ini adalah di instrumennya itu
tidak ada pengukur konsumsi listrik. Nah, satu-satunya pengukur konsumsi
listrik juga ada di layar tengah. itu pun tidak bisa diriset secara mandiri. Dia teriset setiap kali kita
mematikan mesin. Jadi untuk satu perjalanan gitu ya, kita enggak bisa ngriset itu ya.
Buat saya yang selalu suka memantau konsumsi listrik, jadi tidak mendapatkan
info yang saya ingin dapat. Dan satu lagi, pengatur AC di mobil ini sepenuhnya ada di layar. yang mana kalau
kondisi normal itu enggak apa-apa karena dia tetap ada shortcut AC di bagian bawahnya. Tapi begitu saya aktifkan
Apple CarPlay itu langsung hilang semua shortcut-shortcut yang ada di bawah ini.
Jadi langsung seluruh layar itu Apple CarPlay yang mana jadi Apple CarPlay-nya keren untuk dilihat. Tapi kalau kita mau ngatur AC kita harus ke
depan lagi gitu ya. Jadi agak kurang praktis mengatur AC pada saat kita memakai Apple CarPlay. Nah, tapi mobil
ini juga punya sejumlah hal unik yang saya suka. Yang pertama, kalau misalnya
kita lupa nutup ee ini ya apa? Tirai di atas nih.
Tirainya panoramic roof atau kita lupa nutup jendela. Pada saat kita keluar dan
mobil itu kita kunci, itu dia secara otomatis langsung menutup semuanya. Jadi
kita enggak enggak mungkin kelupaan nutup jendela atau kelupaan nutup panoramic sunroof dan terus pas balik
mobil udah panas banget gitu dalamnya enggak. Karena begitu dipencet dia langsung ee nutup gitu. Itu hal kecil
yang menyenangkan. Kemudian mengatur lampu dan mengatur spion mobil
ini sangat mudah karena ada tombol fisiknya. Yes. Saya biasanya di
mobil-mobil seperti ini saya tuh kurang suka dengan yang semuanya itu masuk di layar. Terutama buat spion. Kita mau
ngelipat spion ketika papasan dengan mobil depan itu susah. Ketika kita mau e adjustment spion itu juga susah, harus
di layar. Atau mengatur lampu juga harus di layar. Tapi kalau mobil ini dikeluarkan tombol yang penting tersebut
sehingga sangat mudah dioperasikan. Dan satu lagi ini yang sungguh
menyenangkan adalah mobil ini bisa diparkir paralel karena bisa masuk
netral pada saat parkir. Itu yang hampir semua mobil listrik atau semua mobil
listrik yang pernah saya coba itu enggak ada yang bisa seperti itu. Itu karena di sini ada easy move mode. Jadi kalau easy
move mode itu kita aktifkan ketika kita matikan mesin, dia langsung masuk ke netral sehingga mobil bisa eh didorong
ketika ee mobil lain mau keluar. Unik sih, tapi sangat berguna. Enggak
saya belum saya temukan di mobil listrik lainnya atau bahkan mobil matic lainnya.
[Musik]
[Tepuk tangan] [Musik] Well, pada saat saya mencoba mobil ini,
mobil ini belum launching dan untuk membeli mobil ini masih dilakukan pre-order dan pre-order itu harga yang
ditawarkan adalah di kisaran Rp450 juta. Tapi nanti harganya masih bisa berubah
pada saat launching. Nanti kalau misalnya harganya sudah keluar saya sampaikan di ee kolom
komentar saya pin atau di kolom deskripsi. Karena kadang-kadang Jau dibandingkan harga awal tiba-tiba pas
launchingnya itu bisa mengejutkan harganya bisa lebih murah lagi. Tapi anggap aja harganya 450 juta. Secara
umum mobil ini sangat menarik karena yang pertama bentuknya keren.
Kemudian ukurannya tuh enggak terlalu besar bikin mobil ini itu bisa dipakai
sendiri secara enak. Enggak ribet kita sama dimensinya yang besar. Kemudian
tenaganya dan akselerasinya kuat sampai dibawa nanjak yang terjal
sekalipun effortless. Range-nya panjang mencapai 500 km dengan baterai hanya
60,9 kW hour. Bagasinya di belakang besar, di
depan juga ada bagasi. Bisa diisi fast charging mengisi 30 sampai 80% hanya 28
menit. Kemudian fiturnya lengkap termasuk fitur adas. Posisi nyetirnya
enak, setirnya enteng, ee bantingannya dewasa, serta kestabilannya
juga sangat baik sehingga dia lincah.
Well, ini cocok sekali buat Anda yang butuh mobil listrik tapi bentuknya SUV
sehingga bisa ke segala medan. Tapi juga masih enak buat disetir sendiri. serta
pemakaian energinya sangat hemat. Good job, Jaeku. Mobil
listrik pertamanya yang dijual di Indonesia ini sangat mengesankan. Rasanya seru juga kalau misalnya kita
jalan jauh pakai mobil ini, kita berpetualang ke offroad yang lebih berat lagi. Karena yang tadi tu sebenarnya
terlalu enteng buat mobil ini. Tapi minimal kesan pertama saya ketemu mobil
ini plus minusnya tadi udah saya sebutkan juga. Overall ini mobil yang
sangat menarik untuk harga R00-an juta. Jadi jangan lupa Anda klik like
bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Fitra jika Anda belum. Follow Instagram saya @vitra. Serta untuk keterangan lebih
lanjut mengenai JK baik J5 maupun yang lainnya, Anda bisa ke Instagram mereka
di sini JKU Indonesia serta bisa juga ke website mereka di sini. Terima kasih
banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye.
















